4/17/2010

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

Pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka.. Pada kesempatan yang sama pada tahun 1987, Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep collaborative learning-work. Menurut, CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware, namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul bail secara psikologi maupun sosial. Definisi yang diajukan mempertegas perbedaan diantara dua konsep ini :
CSCW [is] a generic term, which combines the understanding of the way people work in groups with the enabling technologies of computer networking, and associated hardware, software, services and techniques.

Salah satu bentuk umum konseptualisasi sistem CSCW adalah dengan mengamati konteks dari penggunaan sistem tersebut. Contohnya adalah matriks CSCW, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1988 oleh Johansen; dan juga muncul pada . Matriks dimaksud membagikonteks sebuah "work" ke dalam dua dimensi yakni waktu dan lokasi. Dimensi waktu dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada waktu yang bersamaan (sinkron), atau berbeda (asinkron). Dimensi lokasi dibagi menjadi kolaborasi yang dilakukan pada tempat yang sama, atau tempat yang terdistribusi.

[wikipedia]

Dalam materi IMK pada dokumen Dosen naeli dijelaskan bahwa CSCW adalah :

Pokok Pembahasan

· Memahami komunikasi yang normal antar manusia
¾ Komunikasi face-to-face
¾ Percakapan
· Membahas komunikasi berbasis teks
· Membahas beberapa issue mengenai kerja dalam kelompok
· Membahas faktor-faktor organisasi yang mempengaruhi groupware system

Komunikasi face-to-face
¾ Bentuk komunikasi yang primitif (dalam hubungannya dengan teknologi)
¾ Mekanisme komunikasi yang sangat kompleks
¾ Tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan
bahasa tubuh dan tatapan mata

Beberapa fenomena yang mempengaruhi penggunaan computer-mediated
communication:
1. Personal space
  •  Dalam komunikasi face-to-face, setiap orang cenderung
    mempertahankan jarak tertentu dengan lawan bicaranya
  • .Konsep personal space berbeda untuk setiap negara/budaya. 
  • Masalah personal space dapat timbul apabila percakapan dilakukan melalui video links.

2. Kontak dan tatapan mata
  •  Dalam berkomunikasi, kontak mata memberikan beberapa petunjuk, a.l.
    perasaan tertarik/bosan, otoritas/power, kehadiran sosial, dll.
  •  Video-tunnel memungkinkan kontak mata bahkan seluruh ekspresi
    wajah.

3. Gerak isyarat dan bahasa tubuh
  •  Dalam berkomunikasi, kita menggunakan tangan (gerak isyarat) untuk
    menunjuk sesuatu.
  •  Beberapa groupware system mencoba mengatasi hal tersebut dengan
    menggunakan group pointer.
  •  Banyak computer-supported meeting room menempatkan monitor pada
  • meja sehingga para peserta dapat saling melihat dengan jelas.
4. Back channel
  • Response dari pendengar berupa gerakan tubuh disebut back channel.
  • Dengan adanya back channel, pembicara merasa bahwa pendengar cukup memahami pembicaraan.
Beberapa masalah berkaitan dengan back channel yang mungkin timbul dalam komunikasi video,
  • a.l.: Komunikasi video cenderung banyak menyoroti kepala dan bahu, sehingga kehilangan beberapa gerak tubuh dan isyarat.
  • Layar yang besar cenderung mengurangi detail sehingga mungkin kehilangan beberapa informasi.
  • Audio links (mis. telepon) hanya memiliki verbal back channel. ¾ Komunikasi berbasis teks biasanya tidak memiliki back channel.
5. Turn-taking
Turn-taking adalah proses dimana peran dari pembicara dan pendengar ditukar.  Dalam proses turn-taking, back channel biasanya merupakan bagian yang penting.

 Terjadinya proses turn-taking, a.l. karena:
  • Pembicara menawarkan kesempatan kepada pendengar secara eksplisit, mis. mengajukan pertanyaan
  • Pembicara memberikan gap singkat dalam pembicaraan.
  • Bentuk pemberian gap dari pembicara terutama berhubungan dengan audio channel.
  • Masalah yang cukup serius dalam kaitan dengan pemberian gap timbul dalam komunikasi jarak jauh (komunikasi berbasis satelit) karena kelambatan waktu. Akan terjadi gap sekitar 4 detik.
 Untuk lebih jelasnya silhkan download materi di sini.

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan, Jangan pake SPAM ya!!! terima kasih !!

 

Term of Use

Beberapa artikel dan postingan yang ada disini murni hasil tulisan tangan dari saya, pembaca dapat menggunakan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber artikel.

Download Chrome

Use Chrome, Better browser!

Popular Posts