9/21/2009

Definiton of Project Management

Project Risk Management and Project Management Learning.

Diambil dari berbagai blog dan buku.

Project Risk Management (PRM) adalah satu dari sembilan ranah ilmu pengetahuan (Body of Knowledge) yang dicantumkan di Project Management Body of Knowledge (PMBOK).Teori, konsep dan aplikasi dari PRM telah berevolusi sesuai dengan jamannya. Yg pasti, jika kita menengok paper review, evolusi pemikiran terlihat dari pemikiran hard-paradigm [project dilihat seperti mesin] menuju soft-paradigm [project dilihat seperti organisme hidup].

ceritanya begini UGers.

kita mau cerita ttg Project Risk Management (disingkat PRM) tapi pake analogi.

Bayangkan anda pada suatu Ahad pagi berniat jogging – itung-itung buat olah raga nih. Anda sebenarnya udah cukup sering jogging, tapi ini kali anda penginnya jogging lewat rute yg baru.

Snearkers – checked, dompet – checked, mp3 player -checked, susu satu gelas -checked. Anda dah siap untuk blogging jogging , hehe... Planning dah dibuat, bakalan lewat sini, sini, trus situ, puter balik lewat sono. Bawa uang agak lebihan kali-kali nanti harus naik angkot – rute baru coi – who knows.

Cewek Jogging

Kali ini rute anda lewat perumahan elite ‘kompleks kaliurang bla .. bla “. Secara ini baru pertama kali, anda joggingnya agak nyante aja … tiba-tiba pas lewat sebuah rumah gedongan, jreng … anda liat yg di gambar itu [kedua dari atas]. Dua ratus meter di depan anda, sedang duduk manis seekor makhluk yg anda takuti [oke-oke, mungkin kalo makhkluk nya seperti yg di gambar di atas kagak terlalu takut ya, bayangkan aja yg jenis herder gede-garang].

Berhubung ini rute baru anda, baru nyadar bahwa rute ini ada resiko nya. Dan resikonya ternyata tidak anda bayangkan sebelumnya. Anda sebelum berangkat sebenarnya udah lumayan melakukan perencanaan, ini itu disiapkan, uang dilebihin bawanya untuk jaga-jaga; tapi resiko bertemu anjing serem betul-betul di luar perkiraan anda.


Fakta: ada anjing di depan anda yg belum anda kenal

Kalkulasi:
A. Berapa ya kira-kira kemungkinan anjing itu menggigit kalo saya lewat? [0%, 10%, 50%, 100% ??]
B. Apa ya kira-kira konsekuensinya kalo bener-bener digigit? [kayak digigit nyamuk, luka, tewas, gila ?~ gila kan lebih parah dari tewas yak?]
Nah dari situ muncul kombinasi dari (A) x (B); kemungkinan 10% – konsekuensi tewas?; kemungkinan 50% – konsekuensi luka ? dll.

Segera anda inget bahwa dalam menghadapi resiko anda punya beberapa pilihan:
a. Kabur aja deh, lewat jalur lain – (risk avoidance);
alternatif ini akan anda pilih jika anda anggap resikonya terlalu tinggi; muter aja muter.
Di proyek, risk avoidance biasa dilakukan misalnya untuk resiko yg terkait jiwa manusia atau kemungkinan terjadinya kecelakaan hebat (catastrophic). Manajer proyek tidak akan ambil resiko yg seperti ini.

b. Pake helm, jaket plus celana tebel – trus lewat deh – (risk mitigation)
Asumsikan aja anda entah gmana caranya tiba-tiba dapet barang-barang itu :)
Anyway, point-nya adalah anda tidak menghindari resiko tapi mengurangi tingkat resikonya JIKA resiko itu terjadi. Mitigasi bisa dilakukan dengan mengurangi bagian A (kemungkinan) atau bagian B (konsekuensi) atau dua-duanya. Pake helm atau jaket tebel di kasus ini akan mengurangi konsekuensi [tingkat kemungkinan digigit tidak akan turun dengan pake jaket tapi konsekuensinya bisa dikurangi].

c. Suruh tukang bubur yg di belakang anda buat lewat duluan, kasih noceng. Jadi kalo anjingnya gigit, ya yg digigit tukang buburnya – (risk transferrence). Di konteks jogging ini kayaknya kok gak manusiawi ya. Tapi di konteks manajemen proyek, mentransfer risk adalah suatu hal yg biasa. Salah satu caranya adalah dengan membeli asuransi: dengan membayar uang jumlah tertentu proyek kita akan dicover untuk resiko-resiko tertentu.

d. Pasrah aja deh – lanjuut – (risk acceptance).
Alternatif ini biasa diambil jika tingkat resiko dianggap sangat kecil sehingga pantas untuk diabaikan saja.

Jadi itulah kira-kira yg dimaksud dengan manajemen resiko di proyek -secara sederhana. Ada beberapa hal yg bisa kita ambil pelajarannya dari cerita analogi tersebut:

1. Langkah-langkah manajemen resiko:
a. Kenali dan identifikasi resiko [segala sesuatu yg akan memberikan impak ke proyek kita)
b. Lakukan kalkulasi resiko: kemungkinan dan konsekuensinya
c. Dari hasil kalkulasi, rencanakan antisipasinya: avoidance, mitigation, transfer, accept
d. Monitoring

2. Yg disebut resiko tidak hanya terkait dengan hal-hal yg sifatnya negatif.
Bertemu dengan anjing saat joging jelas resiko; ketemu cowo / cewe cakep juga resiko – tepatnya opportunity.

Salah satu kritik terhadap metode PRM klasik adalah terlalu fokusnya analisis kepada ha-hal yg bersifat negatif sehingga kesempatan (opportunity, positive risk sering terbuang percuma karena tidak dikelola).

3. Manajemen resiko tidak akan bisa mengeliminasi 100% resiko. Ada beberapa resiko yg sengaja diterima (accept), ada yg dimitigasi sehingga menyisakan residu resiko dan ada pula resiko yg tidak bisa diidentifikasi di awal (unknown-unknown).

Karenanya, contingency plan dan project flexibility harus tetap ada.

Kalo mau diskusikan, silahkan. Wartawarga ini juga ditujukan untuk memenuhi tugas untuk Mata Kuliah Manajemen proyek dan Resiko. Bisa di akses juga di WartaWarga Gunadarma.

0 Komentar:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan, Jangan pake SPAM ya!!! terima kasih !!

 

Term of Use

Beberapa artikel dan postingan yang ada disini murni hasil tulisan tangan dari saya, pembaca dapat menggunakan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber artikel.

Download Chrome

Use Chrome, Better browser!

Popular Posts